Di tengah hamparan kebun apel dan deretan peternakan sapi yang menghiasi Desa Pujon Kidul, Batu, Malang, terdapat kisah inspiratif seorang pengusaha UMKM, Amirul Muttaqin …
Di tengah hamparan kebun apel dan deretan peternakan sapi yang menghiasi Desa Pujon Kidul, Batu, Malang, terdapat kisah inspiratif seorang pengusaha UMKM, Amirul Muttaqin. Berbekal keberanian dan inovasi, ia berhasil mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai tinggi yang kini mendapat dukungan dari Bank BRI.
Sejak tahun 2010, Amirul telah memulai usahanya di bidang olahan susu sapi dan apel. Dengan bantuan delapan orang pegawai yang berasal dari desa yang sama, ia mampu menciptakan berbagai produk olahan yang unik dan lezat. Produk-produk tersebut meliputi permen susu, stik susu, kupin gajah, yogurt, carang mas apel, keripik apel, hingga wine apel, yang semuanya dijual dengan merek Pukid, singkatan dari Pujon Kidul.

Pukid, merek yang telah dipatenkan oleh Amirul, tidak hanya menjadi simbol kebanggaan lokal tetapi juga bukti nyata dari kreativitas dan kemandirian ekonomi.
BRI, yang hadir di Desa Pujon Kidul sejak tahun 2022, telah memainkan peran penting dalam mendukung usaha Amirul melalui program Klaster UMKM. Klaster ini merupakan sebuah inisiatif yang mengumpulkan usaha-usaha serupa untuk memudahkan proses pembinaan dan pengembangan.
Amirul merasakan manfaat langsung dari kehadiran BRI, terutama dalam hal akses pembiayaan. Pada tahun 2022, ia memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 100 juta dengan suku bunga 6% per tahun, yang sangat membantu dalam pengadaan alat produksi baru dan perbaikan peralatan lama.
Hal ini menjadi sangat penting, terutama setelah pandemi Covid-19 yang meningkatkan permintaan produk olahan susu dan apel. “Syukur sekali, saat masa pandemi itu justru usaha saya berkembang dengan baik,” jelasnya.
Selain pembiayaan, BRI juga memberikan bantuan pembinaan dalam pemasaran produk dan literasi keuangan, serta mengikutsertakan UMKM dalam berbagai pameran. Ini memungkinkan Amirul untuk bertemu dengan pembeli dari luar kota dan memperluas jaringan bisnisnya.
Dari usahanya, Amirul berhasil mengantongi omzet bulanan antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, dan bahkan bisa mencapai Rp 20 juta saat musim libur sekolah. Dengan rencana ekspor produk permen susu Pukid ke Malaysia dan Hong Kong pada tahun 2024, Amirul sedang mempersiapkan syarat-syarat legalitas dan pelatihan ekspor untuk pegawainya.
Harry Purwanto, Mantri BRI di Pujon Kidul, menambahkan bahwa tugas mantri kini berkembang seiring dengan era digitalisasi. Mereka tidak hanya memasarkan produk pinjaman BRI, tetapi juga membantu dalam program Klaster UMKM dan memastikan produk dari klaster dapat naik kelas.
Harry juga berupaya memastikan Pujon Kidul dapat bertransformasi menjadi desa yang go digital, khususnya dalam aspek finansial, seperti dengan melayani transaksi pembayaran melalui QRIS di toko milik Amirul.
“Kami juga bantu memberikan dukungan dan pembinaan berbagai hal untuk meningkatkan usaha itu,” paparnya.
Kisah Amirul dan dukungan BRI di Desa Pujon Kidul menunjukkan bagaimana sinergi antara inisiatif lokal dan dukungan keuangan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi desa.
—
Sumber: TIMES INDONESIA


